Senin, 18 Oktober 2010

Mengecek Perfoma DNS

Apakah penggunaan DNS local dan DNS public berpengaruh terhadap kecepatan dan kesetabilan koneksi internet? Untuk mengetahui performa, baik DNS local maupun DNS public dapat menggunakan tool untuk mengeceknya.

Tools yang di gunakan adalah namebench. Aplikasi ini berguna untuk mencoba performa DNS yang sedang kita gunakan di bandingkan dengan beberapa DNS publik semisal DNS server google, opendns, dan DNS server lainnya. Aplikasi ini akan mengkalkulasi semua kemungkinan dan akan memberikan hasil terbaik untuk di gunakan sebagai konfigurasi.

Setelah kemarin saya sempat membuktikan sendiri bahwa performa DNS lokal (Simple DNS Plus) terbukti sangat jauh signifikan di banding DNS publik.

Terbukti sudah sekali lagi bahwa simple DNS plus adalah tools yang umumnya sangat di butuhkan. Berikut hasil diagnosa penuhnya:

Kenapa hasilnya demikian? ada baiknya kita pahami fungsi utama dari DNS server. Karena fungsinya adalah menterjemahkan nomor IP ke nama domain maka DNS server ini berpengaruh terhadap kecepatan dan kestabilan kegiatan browsing (saya yakin download akan berpengaruh sedikit di performa namun tidak akan pernah keluar dari besarnya pipa yang di ijinkan). Apakah komputer yang digunakan sebagai DNS server memiliki pengaruh terhadap kinerja DNS server itu sendiri? YA, SANGAT! karena dinamisnya website/blog saat ini sehingga biasanya sebuah website/blog memiliki hubungan dengan website lain (semisal iklan) nomor IP tiap domain berbeda dan DNS server yang terbaik akan meminimalisir sehingga tidak terjadi lagging ketika anda mencoba mengakses lebih dari (misal) 255 koneksi per detik. Karena berpengaruh bagaimana sebaiknya memilih DNS server yang terbaik? dari dulu ada sebuah pepatah yang agak sedikit aneh yaitu “posisi menentukan prestasi” entah bagaimana tiap orang menilainya tapi sepertinya pepatah ini memang ada benarnya. Coba simak ilustrasi gambar sederhana di bawah ini:

Dengan melihat ilustrasi sederhana ini saya yakin sekali kalau orang yang memiliki dasar pengetahuan akan langsung mengerti maksud saya. Hasilnya akan berbeda dan bervariasi tergantung lokasi. Misalnya pengguna di Indonesia akan berbeda hasilnya dengan pengguna di Amerika serikat dan juga pengguna di Eropa. Namebench akan mengkalkulasi semua kemungkinan dan akan memberikan konfigurasi yang terbaik maka dari itu saya sarankan untuk mencoba menggunakan namebench untuk mengoptimalkan memilih DNS server yang terdekat dan tercepat.

Istilah-istilah dalam Web Server

  1. A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
  2. AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
  3. CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan record DNS seperti aslinya.
  4. MX record atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  5. PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan record PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut.
  6. NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada record NS.
  7. SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
  8. SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
  9. Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS, catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

Kamis, 10 Juni 2010

Grouping pada Crystal Report

Pada Crystal Report sudah disediakan menu group untuk menampilkan berdasarkan kriteria tertentu. Lalu bagaimana cara menjumlahkan masing-masing kriteria pada group tersebut.
Lebih jelasnya saya berikan contoh sebagai berikut:

Group 1
No Hasil
1 A
2 A
3 C
4 B
5 B
6 A
A = 3, B=2, C=1

Group 2
No Hasil
1 C
2 B
3 B
4 A
5 B
6 A
A=2, B=3, C=1

Kita akan menjumlahkan berdasarkan field (Hasil) pada masing-masing Group
Solusinya sebagai berikut
1. Klik kanan pada field Hasil
2. Pilih Insert > Running Total
3. Running Total Name : Isikan nama Running Total
4. Type of summary : pilih Count
5. Evaluate, pilih Use a formula
Isi Formula {tabel.field} = "A", kemudian simpan formula
Maksudnya untuk menjumlahkan yang nilainya A
6. Reset, pilih On cange of group
7. OK

Ulangi untuk menjumlahkan kriteria B, dan C